Australia dinilai sebagai lokasi terbaik untuk menghadapi peristiwa dahsyat yang memusnahkan populasi global. Negara ini mampu menjadi produsen pangan utama, dengan zona iklim yang beragam, dan memiliki infrastruktur energi yang signifikan.

Letaknya pun di Bumi bagian selatan, sangat jauh dari lokasi yang paling mungkin terjadi konflik nuklir. Meskipun memiliki kemitraan keamanan dengan AS.

Tempat terbaik berikutnya adalah Argentina, Brasil, dan Selandia Baru. Selandia Baru berada di peringkat lebih rendah daripada Australia karena memiliki gunung berapi aktif, basis industri yang kecil, dan dikelilingi oleh air serta rentan terhadap tsunami.

Sementara itu, Brasil dan Argentina memiliki tingkat ketidaksetaraan yang tinggi dan ketidakstabilan politik historis, tulis para penulis.

Para peneliti juga mencatat bahwa Islandia merupakan kandidat untuk tempat perlindungan yang aman, tetapi lokasinya di ujung utara membuatnya rentan terhadap ancaman suhu jika insiden besar menghalangi sinar matahari.

AS sendiri tidak berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi bencana global. Negara ini rentan terhadap ancaman badai geomagnetik karena lokasinya dan juga terhadap ancaman perang nuklir. Hal ini juga mengambil contoh pada hasil penanganan COVID-19 yang buruk di negara tersebut, yang tampaknya disebabkan oleh kurangnya kemauan politik dan kohesi sosial yang lemah.

"Tidak ada negara yang kebal terhadap setiap bencana, dan ini merupakan temuan utama yang penting," kata David Denkenberger, direktur di Alliance to Feed the Earth in Disasters (ALLFED) dan peneliti di University of Canterbury di Selandia Baru yang tidak terkait secara langsung dengan studi ini.

Penulis adallah peserta MagangHub Kemnaker di NadiKabar.com.