NADIKABAR.COM — Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara buka suara soal belanja anggaran pemerintah, termasuk soal efisiensi. Suahasil mengatakan efisiensi bukan berarti menghentikan alokasi belanja negara, khususnya untuk program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Suahasil menjelaskan dalam pengelolaan anggaran merupakan proses kerja yang berkelanjutan (kontinu). Meskipun pagu anggaran telah ditetapkan, pemerintah selalu mencari ruang agar pelaksanaan belanja dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
"Poinnya adalah bukan tentang potong anggarannya, tetapi bagaimana mencapai output dari yang direncanakan dengan pelaksanaan yang efisien," ujar Suahasil dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).
Sebagai contoh, Suahasil menyoroti perubahan pengelolaan anggaran pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah manajemen Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, di mana penataan ulang tersebut berhasil membentuk efisiensi tanpa mengurangi substansi program prioritas.
"Dengan demikian nanti kita pahami bahwa akan ada pelaksanaan anggaran yang lebih efisien. Ini yang terus kita cari, namun seluruh kegiatan prioritas dari pemerintah dan Bapak Presiden terus kita jalankan," terang Suahasil.
Meskipun efisiensi terus berjalan, Suahasil menegaskan pemerintah tetap menggelontorkan anggaran belanja yang sangat besar untuk menggerakkan roda perekonomian domestik pada kuartal IV (Q4) 2026 ini.
"Untuk Q4 ini, APBN akan belanja sekitar Rp 1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun 2025 yaitu Rp 1.200 triliun," jelas Suahasil.
Suahasil menambahkan Rp 1.300 triliun ini akan dialirkan untuk membiayai berbagai sektor penting termasuk layanan publik pemerintah seperti perlindungan sosial hingga program bantuan pangan yang sudah mulai bergulir.
"Ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan mendorong apa namanya kegiatan government expenditure di perekonomian kita," tuturnya.