NADIKABAR.COM — Pemerintah Thailand mengumumkan akan menghidupkan kembali pembangunan jalur darat baru yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik sebagai alternatif jaringan logistik di Selat Malaka. Langkah ini dilakukan menyusul ketegangan hingga penutupan Selat Hormuz di Timur Tengah.
Melansir The Nation, Jumat (18/9/2026), proposal rencana pembangunan proyek ini ditaksir menghabiskan sekitar 1 triliun baht atau sekitar Rp 533 triliun (asumsi kurs Rp 533/baht Thailand).
Melalui proyek ini, pemerintah Thailand berencana menghubungkan dua pelabuhan laut dalam baru, yakni Chumphon di Teluk Thailand dan Ranong di Laut Andaman. Kedua pantai di kawasan itu juga akan dihubungkan oleh jalur kereta api, jalan raya, dan infrastruktur logistik di seluruh Thailand selatan.
Proyek yang didukung oleh pemerintahan Perdana Menteri (PM) Anutin Charnvirakul ini kembali menjadi sorotan dan akan dihidupkan kembali setelah perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran secara langsung menimbulkan gangguan di sekitar Selat Hormuz. Menunjukkan kerentanan jaringan logistik perdagangan global terhadap titik-titik strategis maritim.