NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyerukan perlindungan lebih kuat bagi rakyat Palestina, pembaruan dialog dengan Kamboja, dan solusi yang dipimpin Myanmar untuk mengatasi krisis di negara tetangganya itu dalam pidatonya di Sidang Umum PBB di New York, Kamis (24/9).
"Situasi di Palestina terus menuntut perhatian kita," katanya, seraya menambahkan bahwa hal itu menunjukkan mengapa "hak asasi manusia harus bersifat universal dalam pelaksanaannya."
Sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Thailand meyakini bahwa kinerjanya "harus melampaui sekadar resolusi dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat," ujarnya.
Terkait dengan Kamboja, Anutin mengatakan bahwa Bangkok telah berupaya menyelesaikan sengketa yang ada melalui dialog bilateral serta membangun kembali rasa saling percaya.
"Sangat disayangkan bahwa Kamboja tidak memberikan kesempatan yang sungguh-sungguh bagi dialog dan justru memilih jalan lain dengan memulai proses konsiliasi wajib berdasarkan UNCLOS," ujarnya, merujuk pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut.