Mengacu pada pengalamannya sebagai jurnalis, Tiara mengatakan redaksi menerima banyak siaran pers setiap harinya. Namun, tidak seluruh siaran pers tersebut kemudian menjadi berita.
Salah satu alasan sebuah rilis tidak menarik perhatian redaksi adalah karena informasi yang disampaikan tidak memiliki dampak yang jelas bagi pembaca atau terlalu banyak menggunakan bahasa promosi.
"Saya jelaskan di awal karena ini kenyataannya. Nantinya mungkin dari humas-humas instansi lain juga kadang sering nanya, 'gimana nih caranya biar rilis kita bisa naik, rilis kita dilihat, atau rilis kita viral gitu, berita kita viral gitu?'," kata Tiara.
Informasi mengenai sebuah program pemerintah, misalnya, sebaiknya tidak hanya menjelaskan kegiatan telah dilaksanakan. Lebih jauh, informasi tersebut perlu menjelaskan manfaat program, siapa yang terdampak, serta perubahan atau hasil yang dapat dirasakan masyarakat.
"Bukan hanya sekadar seremoni atau formalitas, tapi hal-hal yang baik yang ada di instansi tersebut bisa sampai ke masyarakat," jelas Tiara.
Jangan Sekadar Penuhi Berita dengan Data
Tiara menekankan pentingnya mengolah data agar tidak sekadar menjadi deretan angka dalam sebuah berita. Data yang dimiliki instansi dapat menjadi informasi yang bernilai apabila mampu menjawab kebutuhan publik.
Sebaliknya, terlalu banyak angka tanpa konteks dapat membuat pesan utama justru tidak tersampaikan. Menurutnya, data tersebut lebih cocok untuk membuat laporan kegiatan kepada atasan.
"Bagaimana ya supaya masyarakat juga tahu bahwa data ini itu berdampak ke mereka. Bukan hanya menampilkan misalkan angka paling besar, atau misalkan berita-berita yang isinya semuanya malah jadi penuh dengan angka, penuh dengan data, lalu intinya tidak sampai ke kebutuhan publik," tutur Tiara.
Dalam konteks humas pemerintah, pengolahan informasi tersebut juga berkaitan dengan upaya membangun transparansi dan kepercayaan publik. Program yang telah dilakukan instansi akan lebih mudah diketahui masyarakat ketika informasi mengenai tujuan, pelaksanaan, dan manfaatnya disampaikan secara jelas.
Tiara menegaskan tugas humas bukan sekadar menyampaikan sebuah kegiatan telah berlangsung, tetapi juga menjelaskan mengapa kegiatan tersebut penting dan apa dampaknya bagi masyarakat.
Apalagi, peserta yang merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian RI (Kementan) mampu penyampaian informasi mengenai Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) secara lebih efektif, termasuk menjelaskan program dan manfaatnya kepada masyarakat.