Tiara juga menilai HDDAP merupakan salah satu program yang menarik untuk dikomunikasikan kepada publik. Tantangannya adalah bagaimana program tersebut dapat tersosialisasi dengan baik sehingga masyarakat memahami program serta dampaknya.

"Tantangannya adalah memang membuat program yang baik ini tersosialisasi dengan baik ke masyarakat, sehingga masyarakat bisa tahu apa dampaknya kepada mereka," kata Tiara.

Sebagai informasi, kegiatan ini digelar oleh Ditjen Hortikultura bersama NadiKabar di Wisma Pertanian Cipayung, Bogor. Kegiatan yang berlangsung pada 23-25 September 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan komunikasi publik jajaran internal, khususnya dalam penguatan jurnalistik, strategi media sosial, branding, dan produksi konten digital melalui pembelajaran interaktif bersama para praktisi media.

Dalam sesi Journalism & NewsCraft+, peserta mempelajari teknik reportase, penulisan berita, serta etika jurnalistik. Pembelajaran ini menjadi pijakan penting dalam mendukung penderasan informasi program HDDAP dan kinerja Ditjen Hortikultura secara transparan.

Pentingnya Komunikasi Efektif dalam Program HDDAP

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy Lumban Gaol menyebut pelatihan The Classroom menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan komunikasi publik jajaran Ditjen Hortikultura.

Menurut Freddy, berbagai program strategis yang dijalankan Ditjen Hortikultura perlu disampaikan secara menarik, mudah dipahami, serta memenuhi kaidah jurnalistik agar manfaatnya diketahui masyarakat.

Freddy menjelaskan Ditjen Hortikultura memiliki enam unit Eselon II yang menjalankan beragam program dan kegiatan. Seluruh capaian tersebut dinilai perlu dikemas menjadi informasi yang relevan dan berdampak bagi publik.

"Pelatihan publikasi media ini adalah langkah strategis untuk memastikan setiap program dan kinerja publik di lingkungan Direktorat Jenderal Hortikultura disampaikan secara akurat, edukatif, dan menarik. Melalui kolaborasi bersama Classroom NadiKabar, kami mendukung penuh peningkatan kapasitas ASN agar mampu mengemas diseminasi informasi pemerintah secara komunikatif, relevan, serta mudah dipahami oleh masyarakat luas," ujar Freddy.

Freddy menambahkan peningkatan kapasitas komunikasi juga penting untuk mendukung penyebarluasan informasi mengenai HDDAP yang saat ini dijalankan Ditjen Hortikultura. Menurut Freddy, program yang didukung oleh pendanaan dari Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) tersebut memiliki berbagai manfaat yang perlu diketahui masyarakat luas.

"Manfaat-manfaat yang sudah dilakukan melalui HDDAP perlu disampaikan kepada masyarakat. Penyampaiannya bisa melalui berbagai bentuk publikasi, mulai dari tulisan, video, audio, hingga media sosial," kata Freddy.

"Kami ingin petugas di Ditjen Hortikultura mampu menyajikan informasi penting dan berbagai pencapaian tersebut sehingga masyarakat mengetahui program-program yang telah dilakukan pemerintah," pungkasnya.