NADIKABAR.COM — Produksi film "The Doll: Ghawiah" menampilkan boneka robotik nirkabel baru yang berbeda ukuran dan tipe dibandingkan seri sebelumnya.

Anggota tim animatronik dari Bali, Gaphisa Fadelian atau yang akrab disapa Dega, mengungkapkan bahwa tantangan pengerjaan boneka kali ini terletak pada ukurannya yang lebih kecil dibandingkan seri sebelumnya, sehingga menuntut pemadatan komponen robotik mikro di dalamnya.

"Pembuatannya tuh kira-kira sekitar 20 harian, 3 minggu. Karena ini ukurannya lebih kecil. Jadi kita tuh ada tantangan buat membungkus bagian di dalamnya kayak motor buat mata, terus mulut segala macam. Dan dibanding boneka di film 'The Doll' sebelumnya, yang boneka Bobby, itu lebih gede, jadi lebih gampang motor gede pun bisa masuk. Ini kita pak semua di ukuran yang kecil ini," ujar Dega pada keterangan yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.

Dega menambahkan, boneka baru di "The Doll: Ghawiah" selain bisa menggerakkan kelopak matanya dan bola matanya, dia juga mempunyai ekspresi seperti marah dan juga bisa berbicara.

Kendati kepala perancang boneka Orlando Bassi dan produser Rocky Soraya mendesain boneka baru Ghawiah jauh dari kesan menyeramkan seperti penampilan boneka tersebut di film yang pertama, kisah dan perbuatannya di film terbaru tidak kalah mengerikannya.