Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa bencana itu disebabkan oleh runtuhnya gletser yang memicu aliran deras berupa bebatuan, material es, lumpur dan puing-puing yang menerjang sistem sungai pegunungan Himalaya.
Perubahan iklim diyakini menyebabkan mencairnya gletser di seluruh dunia, sehingga meningkatkan risiko banjir danau glasial dan runtuhnya gletser.
Banjir bandang dahsyat itu menerjang desa-desa dan area lembah di Nepal, termasuk Rasuwa yang terdampak paling parah. Sejumlah saksi mata menyebut terjangan air dingin dan lumpur dahsyat itu "bagaikan tsunami".
Terjangan banjir bandang itu meluluhlantakkan permukiman, menimbun rumah-rumah, menghancurkan pembangkit listrik, jembatan dan bendungan, serta menyapu kendaraan-kendaraan di sepanjang jalur yang menghubungkan Kathmandu dengan Lhasa di Tibet -- rute populer di kalangan pendaki dan peziarah.
Upaya untuk menemukan para korban hilang terkendala oleh kerusakan parah pada puluhan jembatan dan ruas jalanan sepanjang 40 kilometer di wilayah pegunungan tersebut, yang merupakan destinasi populer bagi para pendaki dan peziarah.