Tim penyelamat menggunakan alat berat untuk menggali timbunan lumpur dan puing di kota-kota Nepal yang terdampak parah banjir bandang tersebut. Sejumlah helikopter dikerahkan untuk mencari korban selamat dan menjatuhkan bantuan darurat bagi ribuan orang yang terisolasi di berbagai wilayah.

Tim darurat, yang sebagian besar menggunakan anjing pelacak, juga turut dilibatkan. Namun, harapan untuk menemukan korban selamat semakin menipis.

Perdana Menteri (PM) Nepal, Balendra Shah, yang mengunjungi wilayah terdampak banjir pada Kamis (27/8), menyatakan bahwa situasi masih sulit.

"Semua instansi pemerintah beroperasi dengan kapasitas penuh. Prioritas utama kami saat ini adalah menyelamatkan nyawa setiap warga, melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap korban hilang, merawat para korban luka, dan memberikan bantuan segera kepada keluarga-keluarga yang terdampak," ujar Shah dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters.