Sekitar tiga tahun kemudian, mereka menjalani pemeriksaan MRI jantung untuk melihat struktur dan fungsi jantung. Hasilnya, orang yang tidur dengan paparan cahaya lebih dari 3 lux mengalami penebalan dinding ventrikel kiri jantung dibandingkan mereka yang tidak terpapar cahaya pada malam hari.
Penebalan tersebut membuat ruang di dalam bilik jantung menjadi lebih sempit. Kemampuan otot jantung untuk mengembang saat berdetak juga mengalami penurunan. Kondisi ini dapat menjadi tanda awal gangguan fungsi jantung. Adapun, perubahan bentuk dan struktur jantung tersebut dikenal sebagai cardiac remodeling.
"Kita tidak ingin otot jantung menebal. Kita tidak ingin otot jantung menjadi kaku. Kita tidak ingin jantung menjadi terlalu besar," kata Dr Andrew Freeman, direktur cardiovascular prevention and wellness di National Jewish Health, yang tidak terlibat dalam penelitian.
Di sisi lain, Lu Qi menyebut paparan cahaya pada malam hari juga mungkin memengaruhi faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya, seperti stres, tekanan darah, dan detak jantung. Artinya, cahaya pada malam hari tidak hanya berpotensi mengganggu tidur, tetapi juga dapat berkaitan dengan sejumlah perubahan biologis yang memengaruhi kesehatan jantung.