Namun, penelitian tersebut belum membuktikan bahwa paparan cahaya secara langsung menyebabkan perubahan pada jantung.

Karl Lawrence, dosen di Institute of Pharmaceutical Science, King's College London, menilai penelitian memiliki sejumlah keterbatasan. Salah satunya adalah pengukuran paparan cahaya yang hanya dilakukan selama satu minggu.

Selain itu, sensor cahaya yang dipasang di pergelangan tangan belum tentu menggambarkan jumlah cahaya yang benar-benar diterima mata. Karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hubungan sebab-akibat tim redaksi paparan cahaya saat tidur dan perubahan struktur jantung.

Artikel ini telah tayang di NadiKabar. Baca selengkapnya di sini!