Keluhan-keluhan tersebut termasuk dalam Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) atau gejala saluran kemih bagian bawah. Meskipun pada awalnya mungkin terasa ringan, keluhan yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu kualitas tidur, aktivitas sehari-hari, hingga kualitas hidup.

"Oleh karena itu, keluhan buang air kecil yang menetap sebaiknya tidak diabaikan," kata Andar.

Dia menyebut BPH dipicu oleh beberapa hal seperti usia, riwayat keluarga, faktor genetik dan gaya hidup atau adanya penyakit penyerta (komorbid).

Gangguan prostat berikutnya yang dia sebutkan yakni prostatitis yang merupakan peradangan atau pembengkakan pada prostat. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri dan dapat menimbulkan rasa nyeri.

Menurut Andar, gangguan ini berbeda dengan BPH yang umumnya terjadi pada pria berusia lanjut. Prostatitis ini lebih sering ditemukan pada pria usia muda atau usia paruh baya.

"Karena penyebab dan karakteristiknya berbeda dengan BPH, penanganannya pun perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya," ujar dia.