"Diplomasi budaya bukan sekadar kerja sama antar-pemerintah. Ketika pengukir Jepara diundang merestorasi karya bersejarah Indonesia di Sarajevo, Bosnia kita sedang menunjukkan bahwa warisan bangsa memiliki nilai yang diakui lintas negara," ujar Rerie.
Menurut Rerie, keberadaan karya ukir Jepara di Sarajevo membuktikan bahwa keterampilan tradisional Indonesia memiliki daya jangkau internasional sejak puluhan tahun lalu.
"Fakta bahwa ukiran Jepara telah hadir di Sarajevo sejak puluhan tahun lalu menunjukkan bahwa keterampilan tradisional kita memiliki daya jangkau yang jauh lebih luas dari yang sering kita sadari. Ini adalah warisan bangsa yang harus kita rawat bersama," ujarnya.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa tradisi ukir bukan sekadar peninggalan budaya, melainkan keterampilan hidup yang terus diwariskan dan tetap dibutuhkan hingga ke luar negeri.