Oleh karena itu, dia menyarankan orang tua memberikan dukungan kepada anak tanpa langsung mengambil alih penanganan masalah anak.

Menurut dia, orang tua bisa membimbing anak untuk mengambil langkah pertama dan mempertimbangkan pilihan-pilihan yang ada serta membiarkan anak belajar melalui proses coba-coba.

Bernstein mengatakan bahwa kebiasaan orang tua menyampaikan ucapan yang terdengar seperti menganggap enteng perasaan anak juga bisa menurunkan kepercayaan diri anak.

Menurut dia, ucapan seperti "kamu terlalu sensitif" atau "tidak ada yang perlu dikhawatirkan" yang mungkin dimaksudkan orang tua untuk menenangkan anak justru bisa membuat anak menganggap perasaan mereka tidak dapat dipercaya atau tidak seharusnya muncul.

Alih-alih menyampaikan ucapan semacam itu, ia menyampaikan, orang tua bisa berempati terhadap kecemasan anak tanpa harus menganggap setiap situasi baru sebagai sesuatu yang berbahaya.

Orang tua dapat menyediakan ruang bagi anak untuk sejenak berhenti dan berusaha menentukan langkah selanjutnya yang bisa dilakukan.

Misalnya, orang tua bisa mengatakan bahwa mereka memahami kekecewaan anak untuk kemudian mengajak anak memahami apa yang sebenarnya terjadi dan mengambil pelajaran darinya.