Bernstein mengemukakan bahwa kebiasaan ketiga orang tua yang bisa merusak kepercayaan diri anak adalah menjadikan perbaikan sebagai pesan utama dalam komunikasi dengan anak.

Menyampaikan koreksi dengan menekankan pesan bahwa orang tua hanya ingin melihat sang anak "berusaha sebaik mungkin" bisa membuat anak merasa terus-menerus diamati dan dinilai.

Selain itu, Bernstein menyampaikan, memberikan pujian yang diikuti dengan kata "tetapi" membuat otak anak menyimpan pencapaian tersebut sebagai pengingat akan apa yang masih "salah."

Tindakan semacam itu bisa membuat anak tertentu memaksakan diri lebih keras dan mengejar kesempurnaan, sementara anak yang lain memilih berhenti belajar dan menutup diri.

Bernstein​​​​​​​ menekankan bahwa anak-anak dari segala usia membutuhkan bimbingan dan batasan untuk membantu mereka membuat keputusan yang tepat.

Namun, mereka juga memerlukan ruang untuk menghadapi tantangan, bergulat dengan perasaan, dan belajar tanpa merasa seolah-olah nilai diri mereka sedang dihakimi.

Penerjemah: Farika Nur Khotimah