Ateng menyebut insiden pertama terjadi pada 5 Oktober ketika seorang pendeta setempat, Margaretha Tohis (67), meninggal dunia setelah terjatuh ke lubang bekas tambang sedalam sekitar 16 meter saat mencari kayu bakar di sekitar lokasi.
Dua hari kemudian, pada 7 Oktober, dua penambang bernama Rivael Yosua Dambat (22) dan Maycal Dilly (36) ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah lubang tambang emas di Kampung Lapango, Kecamatan Manganitu Selatan, dan kemudian meninggal dunia.
Seorang penambang lainnya yang berusia 45 tahun dilaporkan selamat dari insiden tersebut.
Sebelumnya, Polres Kepulauan Sangihe menghentikan sementara aktivitas pertambangan emas di kawasan Bugise Star, Kecamatan Manganitu Selatan, pada Kamis (8/10), menyusul kematian dua penambang sehari sebelumnya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Sangihe Iptu Harli E. Buida mengatakan lokasi pertambangan tersebut telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Kedua penambang diduga mengalami paparan gas berbahaya saat berada di dalam lubang tambang. Namun, kepolisian belum memastikan penyebab kematian keduanya.