Ia menilai keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari jumlah penerima manfaat dan cakupan distribusi makanan, tetapi juga perlu mempertimbangkan kualitas gizi serta dampak program terhadap penerima.

“Pemerintah harus memastikan bahwa makanan yang dibagikan aman, bergizi dan menjangkau kelompok yang membutuhkan atau berisiko, seperti pada kelompok sosial ekonomi ke bawah hingga individu yang mengalami permasalahan gizi buruk,” ujar Natasya.

Selain mengukur dampak program, ia menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi masyarakat dalam evaluasi MBG. Menurut Natasya, pemerintah perlu menyampaikan tindak lanjut terhadap masukan masyarakat selama pelaksanaan program agar evaluasi dapat menjadi dasar pembenahan kebijakan.

Dengan evaluasi yang terukur, hasil pelaksanaan MBG diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan kualitas menu dan pelaksanaan program secara berkelanjutan.