NADIKABAR.COM — TikTok menyatakan bahwa akun promosi film dokumenter berjudul "Musk" telah dipulihkan pada Minggu (18/10), setelah distributor film menyatakan telah menerima pemberitahuan dari TikTok mengenai "penangguhan permanen" akun tersebut.

Menurut laporan TechCrunch pada Sabtu (17/10), TikTok sempat melarang akun promosi film dokumenter berdurasi empat jam tentang kisah hidup pebisnis Elon Musk tersebut.

The Hollywood Reporter sebelumnya mewartakan bahwa Bleecker Street selaku distributor film tersebut diberitahu oleh TikTok bahwa akun mereka kena "penangguhan permanen" karena kontennya dianggap bermuatan politik.

Pada Minggu (18/10), TikTok menyatakan bahwa akun itu telah "dipulihkan setelah terjadi kesalahan."

Iklan yang mempromosikan cuplikan film "Musk" karya sutradara peraih Oscar, Alex Gibney, juga sempat ditolak oleh Meta dan YouTube.

Namun, keduanya kemudian mengizinkan penayangan iklan film dokumenter itu. Meta menyebut penolakan awal penayangan iklan film tersebut terjadi karena "sebuah kesalahan."

Platform media sosial X milik Elon Musk juga menolak untuk menayangkan materi promosi "Musk".

Gibney sebelumnya mengonfirmasi bahwa distributor internasional "Musk", Universal, sempat ragu dalam merilis film dokumenter tersebut.

Namun, rencana peluncuran film itu akhirnya dijalankan. "Musk" mulai ditayangkan di empat bioskop di Amerika Serikat akhir pekan lalu dan penayangannya kini diperluas.

Film dokumenter tersebut tahun depan dijadwalkan ditayangkan di platform streaming HBO, yang kini menjadi bagian dari Paramount/Skydance.

Elon Musk dikenal sebagai pendukung utama Presiden Donald Trump. Demikian pula dengan Larry Ellison, pemimpin dan salah satu pendiri perusahaan perangkat lunak Oracle yang ikut memiliki hak operasional TikTok di Amerika Serikat.

Paramount/Skydance dipimpin oleh David Ellison, putra dari Larry Ellison.

Penerjemah: Livia Kristianti