NADIKABAR.COM β€” Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Brawijaya bersama warga mengaktifkan kembali 22 kolam budidaya ikan di Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, melalui penyediaan sarana pengaliran air.

Kementerian Transmigrasi menyebut kolam yang dikelola sejumlah kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) sebelumnya terkendala pasokan air pada musim kemarau karena warga mengandalkan air hujan dan sungai.

β€œKetersediaan air adalah kendala besar dalam pengembangan budidaya ikan di Klamono. Dengan adanya pompa ini, kami berharap masyarakat lebih mudah mendapatkan dan mengalirkan air dari sumber air terdekat ke kolam budidaya,” kata Ketua Pokdakan Alda Frida dalam keterangannya diterima di Jakarta, Selasa.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, TEP Universitas Brawijaya bersama Pokdakan dan masyarakat menyediakan pompa air serta selang sepanjang sekitar 300-400 meter.

Sarana tersebut digunakan untuk mengalirkan air dari Sungai Klasafet menuju kolam-kolam budidaya warga yang sebelumnya tidak memperoleh aliran air memadai.

Menurut Kementerian Transmigrasi, penyediaan sarana pengaliran air tersebut membuat 22 kolam milik sejumlah Pokdakan dapat kembali digunakan untuk kegiatan budidaya.