NADIKABAR.COM — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 8 Universitas Brawijaya (Unibraw) mendampingi warga dari empat kampung di Distrik Segun, Sorong, Papua Barat Daya, yakni Klasin, Klasegun, Waimlabat, dan Majemau, untuk belajar mengganti kapal kayu tua dengan perahu berbahan serat kaca (fiberglass). Antusiasme warga terlihat dari banyaknya warga yang datang mengikuti kegiatan tersebut.
Selain lebih awet, bahan serat kaca ini membuat perahu lebih ringan sehingga tetap bisa dipakai saat sungai surut. Selama ini, perahu kayu tidak bisa bergerak saat air surut, karena berat. Ini menyebabkan hasil panen tidak bisa dibawa, dan orang sakit tidak tertolong.
"Kami ucap terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah membawa program ini masuk ke kami yang ada di desa-desa. Harapan kami, kiranya ilmu yang kami dapat di sini membawa nilai yang terbaik bagi kami, bahkan meningkatkan taraf ekonomi kami. Setelah kapal fiber ini diluncurkan ke laut, kami bisa menikmati dengan sukacita," ucap nelayan setempat, Max dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2026).
Hal tersebut ia katakan saat mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan kapal fiber di Balai Kampung Klasin, Sabtu (26/9).
Selama ini untuk masuk ke Segun saja, warga harus membayar Rp3-3,5 juta pulang-pergi lewat jalur sungai dan laut dari Sorong.