"Kapal fiber ini merupakan solusi. Kapal kayu itu berat, susah bergerak kalau kondisi dangkal, harus menunggu air pasang. Dengan kapal fiber yang lebih ringan, itu bisa membuat transportasi lebih lancar, lebih mudah," ujar Ketua Tim 8 Ekspedisi Patriot Unibraw, Sunardi.

Sampai saat ini, tim tengah mengerjakan cetakan kapal ketiga, menyusul dua kapal yang telah lebih dulu dirampungkan. Target akhir program adalah 4 kapal berukuran panjang 7 meter, lebar 1,3 meter, dan kedalaman 0,6 meter, dengan penyerahan resmi direncanakan bulan depan.

Selain membuat 4 kapal tersebut, tim juga mendirikan galangan kapal kecil di lokasi agar warga bisa memproduksi kapal fiber secara mandiri ke depannya. Sebanyak 40 orang dilibatkan dalam proses pembuatan cetakan, dengan 10 orang perwakilan dari 4 kampung ikut serta dalam pelatihan langsung.

Langkah ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan nelayan dan pemerataan akses transportasi hingga ke pelosok.

"Kita ingin semua nelayan di Indonesia kehidupannya tambah baik. Penghasilannya harus tambah," kata Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5) lalu.