"Terkadang kita luput dalam melakukan pendampingan masyarakat secara langsung dan hanya fokus pada bantuan alat saja. Tim 20 TEP ITS berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan melakukan pendekatan nyata terhadap setiap masalah dan kebutuhan riil masyarakat," ujar Iqbal.
Melalui pendampingan tersebut, petani diharapkan mampu menerapkan proses pengolahan yang lebih konsisten untuk menghasilkan beras dengan mutu yang lebih baik. Perbaikan kualitas, mulai dari pengeringan hingga penyortiran, menjadi langkah penting untuk menyiapkan beras Oransbari sebagai produk premium yang memiliki daya saing di pasar.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat Syukur Syarif menekankan pentingnya peningkatan kualitas yang berjalan seiring dengan produktivitas pertanian.
"Yang pertama adalah produktivitas, kemudian yang berikutnya adalah kualitas," kata Syukur.
Menurut Syukur, peningkatan produktivitas perlu diikuti perbaikan mutu agar hasil pertanian memiliki nilai tambah dan mampu bersaing. Keterlibatan kelompok tani, pengelola BUMDes, dan pelaku usaha beras juga diharapkan dapat membantu penerapan pengetahuan serta teknologi pengolahan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Upaya peningkatan mutu beras Oransbari sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian pangan nasional. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Rabu (21/10), Prabowo menegaskan pentingnya swasembada pangan di tengah ketidakpastian global.