NADIKABAR.COM — Tim 185 Mabes TNI melakukan verifikasi faktual hasil pembangunan dan kesiapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sabtu.

Tim yang dipimpin oleh Brigjen TNI Candra Nugraha dan didampingi oleh Kolonel Mar Fery Handoko itu, mengunjungi empat lokasi pembangunan KDKMP untuk memastikan kondisi bangunan dan kelengkapan sarana prasarana sebelum mendukung operasional koperasi.

"Melalui peninjauan langsung ini, kami ingin memastikan kondisi fasilitas di lapangan sehingga hasilnya bisa menjadi dasar untuk menilai kesiapan operasional KDKMP," katanya.

Empat lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan meliputi KDKMP Desa Sendang, Desa Pragaan Laok, Desa Aengdake, dan Desa Gunggung.

Brigjen TNI Candra Nugraha mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mencocokkan kondisi nyata di lapangan dengan kesiapan fasilitas yang dibutuhkan masing-masing koperasi.

Menurut dia, pemeriksaan juga mencakup kondisi barang dan perlengkapan yang tersedia.

Dari hasil pengecekan pada empat lokasi tersebut, tim tidak menemukan barang yang rusak maupun hilang.

"Dari pengecekan hari ini tidak ditemukan barang yang rusak atau hilang. Meski begitu, hasil verifikasi tetap menjadi bahan evaluasi dan catatan kami untuk melihat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendukung kesiapan koperasi,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada menjelaskan, total jumlah KDKMP di Kabupaten Sumenep sebanyak 258 unit.

Dari jumlah itu, sebanyak 139 unit telah selesai, sedangkan sisanya masih dalam proses.

Dandim berharap, verifikasi dari Mabes TNI dapat memberikan penilaian tujuan terhadap hasil pekerjaan sekaligus menjadi masukan untuk penyempurnaan pembangunan.

"Kami berharap tim memberikan masukan dan evaluasi terhadap apa yang sudah dikerjakan Kodim 0827/Sumenep dalam membantu PT Agrinas membangun gerai-gerai KDKMP. Catatan dari tim ini penting agar kekurangan yang masih ada bisa segera menjadi perhatian," katanya.

Selain memeriksa kondisi gedung, tim dari Mabes TNI ini juga memeriksa kondisi kendaraan bermotor yang diterima oleh pengurus koperasi.

Tim juga berdialog secara langsung dengan aparat desa, perwakilan warga dan tokoh masyarakat setempat.