Menurut Theo, pengembangan agroforestri di KAL kini sudah hampir 60 persen, dan rekan-rekannya semakin percaya diri bertani.

"Kita sebagai petani muda senang dengan apa yang telah diajarkan teman-teman Tim 18," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Brawijaya, Prof. Unti Ludigdo, SE., M.Si., Ak., turut memberikan tanggapannya. Ia berharap inisiatif sirkular ekonomi yang telah dibangun oleh para mahasiswa dapat terus berjalan secara konsisten di lokasi transmigrasi tersebut.

"Embrio ekonomi sirkular sudah berjalan. Ini juga kami lakukan secara berkelanjutan. Mudah-mudahan kelangsungannya tetap berjalan setelah kami meninggalkan area ini," tutupnya.