Menurut dia, kebiasaan tersebut dapat mengganggu kondisi kulit karena gesekan merupakan bentuk berbagai macam tekanan di luar kulit yang dapat menyebabkan iritasi, untuk itu, proses membersihkan wajah perlu dilakukan secara efektif tanpa turut menghilangkan bagian kulit yang sehat.

β€œEfektif itu kita harus remove what needs to be removed. Jangan sampai kita me-remove juga kulit yang sehat,” ujar Hafiza.

Dia menjelaskan kulit merupakan jaringan hidup yang terus mengalami perbaikan dan regenerasi. Kulit yang rusak akan digantikan dengan jaringan baru, sementara lapisan kulit yang terbentuk akan terus bergerak hingga mencapai permukaan dan terlepas.

Proses tersebut membuat kebersihan kulit tetap perlu diperhatikan karena kotoran yang menempel di permukaan dapat menjadi beban bagi kulit. Namun, pembersihan tetap perlu dilakukan dengan cara yang tidak memberikan beban tambahan berupa gesekan berulang.