"Kalau kejadiannya ya singkat aja. Waktu saya tidur kan, saya kan tidur di kursi, di sofa. Jadi saya tidur itu ada orang lari. Saya tanya kenapa? Kapal miring. Terus saya berdiri, ternyata miring sungguhan," kata Ahmad Minggu (13/9/2026).
Ahmad kemudian berpegangan pada jendela dan berpindah ke bagian atas kapal. Dia bertahan hingga perahu karet keluar dan kemudian melompat untuk menyelamatkan diri.
"Langsung saya lari ke bawah, terus saya ke jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring. Abis miring, saya naik ke atas, nunggu sampai kapal tenggelam. Baru ada kapal karet itu keluar, baru saya loncat," jelasnya.
Ahmad menyebut masih banyak penumpang di kamar kelas ekonomi ketika kapal mulai miring. Dia menduga sebagian penumpang terjebak karena kapal miring dengan cepat.
"Tapi yang lain, ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi ya, itu mungkin nggak selamat karena terlalu cepat kapal ini kemiringannya. Sedangkan alarm pemberitahuan aja nggak ada. Nggak ada tanda-tanda. Yang keluar ini kan sopir-sopir aja, orang laki-laki. Yang di kamar-kamar belum bisa keluar," katanya.
Heri mengatakan penyebab kecelakaan masih dalam investigasi. Pemeriksaan akan mencakup faktor alam, teknis, maupun manusia.
Saat ini, Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin telah membuka posko di Terminal Penumpang Bandarmasih Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk penanganan dan koordinasi dengan pihak terkait serta keluarga korban.
"Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi," ujarnya.