Paes kemudian menyebut detail yang memperjelas besarnya pengorbanan itu. Ia melihat Baggott mungkin melakukan delapan blok dan lima sapuan. Tentang Hubner, ia berkata, “Seperti yang saya katakan tentang Hubner di menit-menit terakhir, ini luar biasa.” Bagi sang kiper, perayaan bersama setelah laga menunjukkan “persaudaraan yang ada di dalam tim ini”.
Kata persaudaraan juga menjadi inti pesan John Herdman. “Ketika Anda punya suporter seperti itu, mereka ikut berjuang bersama. Kami sedang membangun sebuah persaudaraan di sini, mereka akan berjuang untuk satu sama lain,” kata pelatih asal Inggris itu.
Itulah arti perjuangan yang tampak di SUGBK, bahwa bukan kemenangan sempurna, melainkan keberanian untuk tetap berdiri ketika keadaan memaksa mundur.
Kritik terhadap taktik Herdman tetap muncul di media sosial, berdampingan dengan pujian kepada Paes, Baggott, dan Hubner.
Namun satu hal sulit dibantah adalah selama hampir 60 menit dalam situasi 10 lawan 11, Garuda tidak membiarkan dirinya runtuh. Dan dari malam itulah persaudaraan mereka mendapatkan ujian—sekaligus alasan untuk menjadi lebih kuat.
Malam ini, melawan Bangladesh, persaudaraan itu dibutuhkan lebih dari apa pun demi mencetak kemenangan penting yang menentukan langkah Garuda ke final.