NADIKABAR.COM — Para pemain Republik Irlandia dan Israel tidak berjabat tangan, sementara skuad Irlandia menundukkan kepala ketika lagu kebangsaan Israel diperdengarkan sebelum kemenangan 3-0 mereka dalam pertandingan UEFA Nations League di Hungaria.

Tidak ada pula pertukaran cendera mata antara kapten Republik Irlandia, Dara O'Shea dan kapten Israel, Manor Solomon. Keduanya juga tidak berjabat tangan.

Pertandingan kedua tim, yang digelar di tempat netral, telah diliputi kontroversi sejak Februari 2026, ketika hasil undian mereka harus saling berhadapan di Grup B3.

Para pemain Republik Irlandia menghadapi desakan agar mundur dari laga tersebut karena perang Israel-Gaza yang masih berlangsung.

Kampanye "Stop The Game", yang digelar kelompok advokasi Irish Sport for Palestine, semakin mendapat dukungan.

"Ini amat sulit bagi begitu banyak pemain," kata pelatih timnas Republik Irlandia, Heimir Hallgrimssonn kepada stasiun penyiaran RTE seusai laga.

"Saya berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi pada pertandingan berikutnya karena mereka telah menunjukkan dukungan terhadap aksi protes, mereka telah meningkatkan kesadaran di seluruh dunia, bukan hanya di Irlandia, mengenai masalah ini. Dan biasanya itulah tujuan protes, yaitu meningkatkan kesadaran terhadap suatu situasi.

"Saya pikir para pemain ini telah melakukannya melalui semua tindakan mereka dan semua yang mereka katakan. Terlebih Gavin Bazunu, tetapi para pemain lainnya juga telah menunjukkannya di lapangan melalui tindakan mereka. Jadi saya berharap masyarakat memahami hal itu," paparnya.

Para pemain Republik Irlandia memutuskan melalui pemungutan suara untuk tetap memainkan laga tersebut, setelah menggelar pertemuan panjang di hotel di Debrecen pada Sabtu.

Kemudian pada hari yang sama, penjaga gawang Gavin Bazunu mengonfirmasi bahwa ia telah mengundurkan diri dari skuad.

Ia mengatakan merasa "tidak tepat untuk ikut bermain" dalam pertandingan hari Minggu dan laga berikutnya di kota Backa Topola, Serbia, pada 4 Oktober.

Para pemain Irlandia mengenakan ban lengan hitam. Kepala eksekutif Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI), David Courell, mengatakan pada Sabtu bahwa hal itu merupakan bentuk penghormatan "untuk mengenang semua nyawa yang hilang dalam konflik [Gaza]".

Setelah mencetak gol ketiga Republik Irlandia, Jack Moylan melepas ban lengan hitamnya dan menciumnya, sebelum kemudian mencium lambang timnya.