NADIKABAR.COM — Ada benda-benda kecil yang diam-diam mengatur gerak benda lain di sekitarnya. Matahari, misalnya.
Atau, sebutir bola putih seukuran kepalan tangan di tengah lapangan boccia yang oleh para pemain disebut jack. Bola putih tidak bergerak setelah dilempar, hanya menunggu. Dua belas bola lain, enam merah dan enam biru, berebut mendekatinya seperti planet yang belum tahu orbitnya sendiri.
Gischa Zayana sudah empat tahun hidup di dalam tata surya kecil itu.
Siang itu, Kamis, 29 Oktober 2026, ia keluar dari kawasan Istana Merdeka setelah menerima penghargaan atlet peraih medali dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Mengenakan jaket biru muda dan topi yang menaungi separuh wajahnya, ia nampak sumringah di atas kursi rodanya yang melaju pelan. Di lehernya menggantung dua keping emas Asian Para Games Aichi-Nagoya yang beradu pelan setiap kali roda melintasi kerikil di atas aspal kompleks Istana Kepresidenan. Bunyinya nyaris tak terdengar, kecuali bagi siapa saja yang benar-benar memperhatikan.