NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji meminta pengelola kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur, meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, masyarakat sekitar perlu mendapat kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam pertumbuhan industri di kawasan tersebut.
"Kami ingin kawasan industri itu melibatkan banyak tenaga kerja lokal," kata Sarmuji usai meninjau pabrik PT Xinyi Glass di JIIPE, dilansir NadiKabar, Sabtu (17/10/2026).
Sarmuji mengatakan sejumlah perusahaan yang beroperasi di JIIPE telah melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja. Meski begitu, ia menilai penyerapan tenaga kerja dari wilayah Gresik masih dapat ditingkatkan.
Ia mencontohkan PT Xinyi Glass Indonesia dan PT Xinyi Solar Indonesia yang telah mempekerjakan sekitar 70% tenaga kerja dari masyarakat lokal. Capaian tersebut, menurutnya, bisa menjadi acuan untuk memperluas keterlibatan masyarakat sekitar dalam pertumbuhan industri.
"Kalau khusus di PT Xinyi Glass Indonesia dan PT Xinyi Solar Indonesia, 70 persen tenaga kerjanya adalah warga lokal, warga Gresik. Tapi secara keseluruhan, mungkin di JIIPE ini perlu ditingkatkan tenaga kerja-tenaga kerja lokal, khususnya yang ada di Gresik," ujarnya.
Sekjen DPP Golkar ini mengatakan upaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal memerlukan kerja sama antara pihak industri dan pemerintah daerah. Sarmuji mengatakan pemerintah daerah bertanggung jawab mempersiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Ini juga harus ada hubungan timbal balik. Pemerintah daerah juga harus menyiapkan sumber daya atau tenaga kerja yang kompeten, yang match dengan apa yang dibutuhkan oleh industri di kawasan JIIPE sini," katanya.