"Pasti sebagai atlet, kami saat bertanding juga, pas keputusan itu, saya yakin menang. Sebab, di ronde ketiga, saya push lawan cuma keputusan-keputusan wasit itu menilai saya kalah," kata Maikhel.
"Saya sangat-sangat kecewa karena latihan kan bukan satu hari saja. Butuh waktu yang harus kita korbankan, orang tua, kerja, segala macam dan memang hati sudah buat tinju."
"Ya ke depan belajar dari kesalahan juga bersama pengurus juga, supaya kami bisa upgrade yang maksimal," tegas Maikhel.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perbati Hengky Silatang mengakui kurangnya pelatih fisik pada saat persiapan tim menuju pertandingan.