"Secara kualitas kami tidak tertinggal dengan negara-negara yang banyaknya juara-juara olimpiade. Hanya memang mesti training center berkepanjangan, dan evaluasinya paling tidak ada khusus pelatih fisik untuk menangani si atlet," kata Hengky.

"Kami tidak menyalahkan kesemuanya. Saya sebagai pengurus juga bertanggung jawab dan ini adalah cambuk untuk bisa berbicara. Karena targetnya paling tidak (ke depan) bisa lolos di Olimpiade, selain nanti SEA Games di Malaysia," ujarnya.

Tak hanya itu, Hengky juga menyoroti soal faktor nonteknis yang ada pada atlet selama bertanding.

"Jadi kami harus benahi dan semua unsur-unsur, termasuk saya, semua harus tahu. Kami menyadari dan mengakui itu perlu ada pembenahan secara total agar hasilnya bisa lebih baik ke depan," kata Hengky.