Jangan menumpuk pakaian yang belum benar-benar kering

Ini kesalahan yang cukup sering terjadi, terutama ketika hujan turun berhari-hari.

Pakaian yang terasa sudah tidak basah di permukaan belum tentu benar-benar kering di seluruh bagian. Bagian yang lebih tebal seperti kerah, saku, lipatan celana, atau area jahitan bisa menyimpan kelembapan lebih lama.

Karena itu, sebelum pakaian dilipat dan dimasukkan ke lemari, periksa bagian-bagian tersebut.

Jika masih terasa dingin, lembap, atau memiliki aroma yang berbeda, sebaiknya lanjutkan proses pengeringan.

EPA menyebut material yang lembap sebaiknya dikeringkan secepat mungkin, idealnya dalam 24 hingga 48 jam, untuk membantu mencegah pertumbuhan jamur.

Bagi yang memiliki mesin pengering, alat ini bisa menjadi solusi ketika kondisi di luar terlalu lembap atau hujan turun sepanjang hari.

Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan petunjuk perawatan pada label pakaian. Tidak semua jenis kain cocok mendapatkan panas tinggi.

Jika menggunakan mesin pengering di dalam rumah, pastikan sistem pembuangan udaranya sesuai dengan petunjuk dan tidak membuat kelembapan justru terperangkap di dalam ruangan. EPA mencatat bahwa mesin pengering yang tidak memiliki ventilasi menuju luar dapat meningkatkan kelembapan ruangan dan berkontribusi terhadap masalah jamur.

Pakaian yang bau setelah dicuci tidak selalu berarti masalahnya berasal dari proses menjemur.

Mesin cuci yang lembap dan jarang dibersihkan juga dapat menjadi tempat berkembangnya kotoran dan mikroorganisme. Sisa deterjen, kotoran, serta air yang tertinggal di bagian tertentu dapat membuat mesin memiliki aroma kurang sedap yang kemudian ikut memengaruhi pakaian.

Karena itu, bersihkan mesin cuci secara berkala sesuai petunjuk dari produsen. Setelah mencuci, jika memungkinkan, biarkan bagian dalam mesin mendapatkan sirkulasi udara dan tidak selalu dalam kondisi tertutup rapat.

Jangan terlalu memenuhi lemari pakaian

Masalah kelembapan tidak berhenti setelah pakaian kering.