Tito kemudian mencontohkan urgensi konektivitas jalan di sejumlah kawasan perbatasan Kalimantan yang masih belum terhubung secara penuh. Kondisi ini sangat berbeda dengan kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste yang telah memiliki jaringan jalan amat memadai. Sementara itu, infrastruktur jalan menuju wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini masih menyisakan sejumlah segmen terputus.

Selain akses darat, pemetaan juga wajib menyasar kebutuhan pelabuhan bagi wilayah kepulauan dengan keterbatasan moda transportasi. Kebutuhan operasional ini nantinya akan dikoordinasikan secara intensif bersama Kementerian Perhubungan. Langkah sinergis ini dilakukan agar pembangunan fasilitas berjalan selaras dengan program prioritas kementerian terkait.

Sektor krusial lainnya yang turut menjadi sorotan utama adalah ketersediaan fasilitas perdagangan dan sarana pendidikan. Tito secara khusus menginstruksikan BNPP RI untuk mengidentifikasi sekolah-sekolah perbatasan yang sangat membutuhkan revitalisasi.

"Kalau ada sekolah yang memprihatinkan, bangunannya sudah hancur atau berantakan, kita petakan di mana saja daerah perbatasan yang sekolahnya tidak bagus atau belum terbangun, lalu kita ajukan kepada kementerian terkait," kata Tito.

Kolaborasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini siap mencetak generasi penerus bangsa yang berprestasi.