Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan pembangunan museum dan monumen bahasa nasional merupakan bentuk komitmen untuk merawat jejak sejarah bahasa Indonesia yang berkembang dari bahasa Melayu di Kepri, khususnya Pulau Penyengat.
Dari Pulau Penyengat ini, kata dia, lahir seorang tokoh besar bernama Raja Ali haji yang kemudian mendapat gelar pahlawan nasion dari Pemerintah Republik Indonesia tahun 2004.
"Raja Ali Haji dianggap berjasa karena meletakkan dasar tata bahasa dan kamus bahasa Melayu yang kemudian menjadi cikal bakal bahasa Indonesia," ucap Ansar.
Ansar menambahkan proyek museum dan monumen tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2027 dengan total anggaran sekitar Rp101 miliar.
Keberadaannya diharapkan menjadi ruang edukasi bagi generasi muda sekaligus memperkuat Pulau Penyengat sebagai kawasan wisata, sejarah dan kebudayaan.