Berdasarkan hasil peninjauan, pembangunan tanggul perlu dilakukan agar banjir tidak berdampak terhadap permukiman di sekitar sungai. Selain itu, pengerukan juga perlu dilakukan karena bencana Sumatera pada November 2025 lalu menyebabkan sejumlah sungai mengalami sedimentasi.

Berdasarkan catatan Satgas, sebanyak 137 sungai di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mengalami sedimentasi dengan panjang yang beragam.

"Pengerukan enggak hanya kita serahkan kepada PU (Kementerian Pekerjaan Umum), TNI. Tapi juga di antaranya melalui mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga. Enggak apa-apa, win-win solution," tuturnya.

Tito menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja semaksimal mungkin untuk menangani dampak pascabencana Sumatera, termasuk bencana susulan.

Dalam peninjauan tersebut, ia juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat terdampak, baik berupa uang tunai maupun kebutuhan pokok.

"Tadi kita udah berikan bantuan. Ya, baik tunai maupun non-tunai warga yang terdampak, sambil kita mencari solusi. Jangan sampai terulang lagi banjir yang sama, ya, caranya cepat-cepat ini, apa, (pembangunan) bendungannya, tanggulnya," jelasnya.