Dari sisi infrastruktur, Tito menyampaikan bahwa jalan dan jembatan terdampak secara umum telah kembali fungsional. Perbaikan dilakukan melalui kerja bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya.
Ia mencatat, masih ada sejumlah jembatan daerah yang memerlukan penanganan lebih lanjut, terutama karena sebagian infrastruktur kembali terdampak bencana susulan.
"Jembatan, jalan rata-rata semuanya sudah fungsional, kecuali beberapa jembatan daerah ... dan ini dikeroyok semua, baik oleh PU, TNI, Polri semua bergerak," ujarnya.
Selain infrastruktur, pemulihan juga berlangsung pada layanan dasar masyarakat. Tito menyebut kegiatan pemerintahan di Aceh Tamiang yang sebelumnya terganggu akibat timbunan lumpur kini kembali berjalan.
Layanan komunikasi seluler juga telah pulih, sementara sebagian besar layanan kesehatan telah kembali beroperasi. Namun, masih terdapat enam puskesmas pembantu di Sumatera Utara yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Di antara berbagai capaian, Tito mengingatkan bahwa curah hujan yang masih tinggi di wilayah utara dan barat Sumatra menjadi tantangan percepatan pemulihan.