NADIKABAR.COM β Ganda putri Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti membidik pencapaian gelar pada turnamen dengan level lebih tinggi setelah berhasil menjuarai BWF World Tour Super 500 Hylo Open 2026 di SaarbrΓΌcken, Jerman, Minggu (1/11).
Keberhasilan tersebut menjadi peningkatan prestasi bagi pasangan yang akrab disapa Tiwi/Fadia itu setelah sebelumnya meraih gelar BWF World Tour Super 300 Thailand Masters 2026 pada Februari.
"Target ke depannya, pastinya ingin mencapai level yang lebih tinggi lagi," kata Fadia dalam keterangan resmi PP PBSI yang diterima di Jakarta, Senin.
Tiwi/Fadia memastikan gelar juara Hylo Open setelah mengalahkan unggulan pertama asal Taiwan Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun melalui pertandingan dua gim langsung 21-18, 21-19.
Gelar tersebut menjadi yang kedua bagi Tiwi/Fadia sepanjang musim 2026 sekaligus gelar pertama mereka pada turnamen berlevel Super 500 sejak mulai berpasangan pada awal tahun ini.
Fadia menilai keberhasilan tersebut menjadi kesempatan penting bagi mereka untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan yang lebih ketat.
Ia mengakui tidak banyak pasangan papan atas yang mengikuti Hylo Open tahun ini, tetapi menegaskan bahwa dirinya bersama Tiwi mampu memaksimalkan peluang yang ada.
Bagi Fadia, keberhasilan tersebut juga memiliki makna tersendiri karena mengakhiri kenangan pahit ketika tampil pada final Hylo Open 2023 bersama Apriyani Rahayu.
Saat itu, mereka harus mengundurkan diri akibat cedera yang dialami Apriyani pada gim kedua, meski telah memenangi gim pembuka atas pasangan China Zhang Shu Xian/Zheng Yu.
"Tahun 2023 saya mencapai final Hylo Open bersama Apriyani Rahayu. Sempat ada trauma, karena di game pertama sudah menang namun di game kedua Kak Apriyani saat itu cedera," ujar Fadia.
Kenangan tersebut sempat membayangi Fadia menjelang pertandingan final tahun ini. Namun, ia berusaha mengendalikan perasaan dan menjaga ketenangan agar dapat tampil maksimal bersama pasangan barunya.
Sementara itu, Tiwi mengatakan keberhasilan menjuarai Hylo Open menjadi modal penting untuk melanjutkan perkembangan mereka sebagai pasangan ganda putri Indonesia.
"Gelar ini sangat berarti bagi saya untuk modal kami melaju lebih jauh lagi," kata Tiwi.
Menurut dia, keberhasilan mengatasi tekanan pada pertandingan final tidak terlepas dari arahan pelatih Karel Mainaky yang meminta keduanya tampil lebih berani dan saling melengkapi permainan.
Tiwi/Fadia juga mampu mempertahankan ketenangan ketika menghadapi permainan agresif Hsu/Lin, terutama pada gim kedua saat pasangan Taiwan tersebut meningkatkan intensitas serangan.
Keberhasilan Tiwi/Fadia sekaligus menyelamatkan Indonesia dari kegagalan meraih gelar di Hylo Open 2026 setelah tunggal putra Jonatan Christie harus puas menjadi runner-up seusai kalah dari wakil India Lakshya Sen dengan skor 17-21, 10-21.