Sementara itu, Tiwi mengatakan keberhasilan menjuarai Hylo Open menjadi modal penting untuk melanjutkan perkembangan mereka sebagai pasangan ganda putri Indonesia.
"Gelar ini sangat berarti bagi saya untuk modal kami melaju lebih jauh lagi," kata Tiwi.
Menurut dia, keberhasilan mengatasi tekanan pada pertandingan final tidak terlepas dari arahan pelatih Karel Mainaky yang meminta keduanya tampil lebih berani dan saling melengkapi permainan.
Tiwi/Fadia juga mampu mempertahankan ketenangan ketika menghadapi permainan agresif Hsu/Lin, terutama pada gim kedua saat pasangan Taiwan tersebut meningkatkan intensitas serangan.
Keberhasilan Tiwi/Fadia sekaligus menyelamatkan Indonesia dari kegagalan meraih gelar di Hylo Open 2026 setelah tunggal putra Jonatan Christie harus puas menjadi runner-up seusai kalah dari wakil India Lakshya Sen dengan skor 17-21, 10-21.