Proses evakuasi Isa turun dari kawasan tersebut dimulai pada pukul 14.30 WIB dan tim harus berhati-hati karena medan yang dilalui cukup ekstrem serta minim penerangan, terlebih perjalanan berlangsung hingga malam hari. Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya Imam Nahrowi mengatakan tim SAR gabungan bersama Isa akhirnya tiba di posko pada sekitar pukul 19.00 WIB.
"Sekitar pukul 19.00 WIB, tim SAR gabungan dan Isa tiba di posko," kata Imam kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Setelah tiba di posko SAR gabungan, Isa menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan terkait aktivitasnya selama berada di kawasan Gunung Semeru sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarganya. Sementara itu, tujuh pendaki lain yang telah diamankan sebelumnya masih akan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut terkait pelanggaran karena memasuki kawasan pendakian yang sedang ditutup.
Kasus delapan pendaki tersebut menjadi perhatian Balai Besar TNBTS karena mereka menerobos penutupan melalui jalur ilegal, sehingga TNBTS akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menentukan langkah selanjutnya. Koordinasi dilakukan dengan pihak penegak hukum Kementerian Kehutanan dan Kepolisian untuk menindaklanjuti aktivitas para pendaki tersebut di kawasan konservasi.
"Sementara kami berkoordinasi dengan pihak penegak hukum Kementerian Kehutanan dan Kepolisian," ujar Bambang.
Sebelumnya pengamanan kawasan Gunung Semeru lebih intensif dilakukan pada akhir pekan karena tren masuknya pendaki ilegal dinilai lebih banyak terjadi saat weekend, tetapi kasus delapan pendaki yang masuk pada hari kerja membuat pola pengawasan perlu diubah.
TNBTS kini menilai penjagaan perlu dilakukan sepanjang waktu untuk mengantisipasi pendaki yang mencoba menerobos penutupan melalui jalur-jalur ilegal dengan waktu yang tidak menentu.
"Sementara ini penjagaan diketatkan di weekend sesuai tren masuknya pendaki ilegal. Tetapi ini ada yang masuk weekday dan jamnya tidak tentu, sehingga butuh penjagaan 24 jam setiap hari," pungkasnya.