NADIKABAR.COM β€” TNI AL dan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) perkuat hubungan militer dengan menggelar penyelaman bersejarah (historical dive) ke situs karamnya kapal perang AS USS Houston di perairan Selat Sunda, di utara Pulau Panjang, Provinsi Banten, Kamis.

Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, dijelaskan kegiatan yang digelar di bawah koordinasi Asisten Operasi (Asops) Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan ini bertujuan untuk mengenang sejarah kemaritiman sekaligus memperkuat hubungan diplomasi dengan Amerika Serikat (AS).

β€œHistorical Dive USS Houston ini merupakan bagian dari diplomasi sejarah yang dilakukan oleh TNI AL bersama Angkatan Laut Amerika Serikat,” kata Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan dalam siaran pers tersebut.

"Selain itu kegiatan ini juga bagian dari ajang Latihan Bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (Latma CARAT) 2026 yang diikuti TNI AL dan Angkatan Laut AS dan Korps Marinir AS," kata Wakil Komandan Komando Pasukan Katak (Wadan Kopaska) TNI AL Agus Yudho Kristianto dalam keterangan pers yang sama.

Agus melanjutkan, kegiatan ini dilakukan oleh personel TNI AL yang berasal dari dari Dinas Sejarah TNI Angkatan Laut (Disjarahal), Komando Pasukan Katak (Kopaska), Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba) serta personel Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya, Banten, yang sekaligus menjadi titik keberangkatan para penyelam gabungan menuju lokasi karamnya kapal USS Houston di perairan Selat Sunda.

Saat sampai di titik lokasi, personel TNI AL dan US Navy menyelam ke kedalaman 16 meter menuju geladak bangkai kapal USS Huoston.