βIni merupakan upaya selama bertahun-tahun bersama mitra Indonesia untuk meningkatkan perhatian terhadap dan melindungi situs peristirahatan terakhir korban perang Amerika Serikat serta kapal ini, yang menjadi pengingat penting dari masa lalu,β ujarnya.
βKami berterima kasih kepada Indonesia selaku tuan rumah atas kolaborasinya menyelenggarakan acara ini,β tambah dia.
Bahn berharap kegiatan ini bisa menjadi kesempatan bagi TNI AL dan AL AS untuk membangun kerja sama berkelanjutan di bidang pertahanan.
Untuk diketahui, USS Houston merupakan kapal perang Amerika Serikat yang karam dalam Pertempuran Selat Sunda pada 1 Maret 1942.
Kapal perang AS ini karam dalam setelah bertempur dengan Armada Jepang yang saat itu tengah mendaratkan pasukan di Teluk Banten.
Setelah karam, kapal ini kini menjadi situs warisan sejarah bawah air yang dilindungi melalui kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat.