NADIKABAR.COM — Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil mengamankan kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema Brigadir Jenderal TNI Riyanto dalam keterangan yang diterima di Timika, Kabupaten Mimika,Papua Tengah, Sabtu mengapresiasi profesionalisme dan kerja sama seluruh personel TNI yang terlibat dalam mengamankan senjata itu.

"Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya sinergi antarsatuan, ketelitian informasi, dan profesionalisme prajurit. Pengamanan kembali senjata tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat," kata Riyanto.

Ia mengatakan setiap langkah pengamanan harus tetap dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan.

Koops TNI Habema juga terus melakukan pendalaman dan pencarian terhadap satu pucuk senjata api jenis K3 Daewoo yang berdasarkan informasi awal diduga masih disembunyikan di wilayah Maybrat.

Pangkoops menegaskan bahwa pengamanan wilayah dan pendekatan kemanusiaan harus berjalan bersama, agar masyarakat dapat menjalankan kehidupan sehari-hari dengan aman, pelayanan publik tetap berlangsung, serta ruang bagi terciptanya Papua yang damai semakin terbuka.

Pengamanan senjata api jenis Caracal bersama 17 butir amunisi oleh TNI tersebut dilakukan pada Jumat (16/10). Senjata tersebut sebelumnya dirampas kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya dalam peristiwa penyerangan terhadap personel Satgas Yonif 9 Marinir di wilayah Sory pada 22 Maret 2026.

Keberhasilan pengamanan senjata merupakan hasil kerja sama Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V dari Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad, serta Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB.

Berdasarkan laporan satuan, penemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengamanan dan pendalaman informasi terhadap Wapangkodap IV/Sorong Raya Zakarias Fatem yang disergap ditangkap serta pendalaman dari Anton Fatem, dan Yesias Fatem yang sebelumnya ternyata lolos dari penyergapan di Sungai Kamundan beberapa hari sebelumnya yang akhirnya menyerah.

Melalui proses komunikasi dan pendalaman, diperoleh informasi mengenai keberadaan senjata yang sebelumnya dirampas. Tim gabungan kemudian melaksanakan pencarian hingga berhasil mengamankan kembali senjata Caracal beserta amunisinya.