Selain mengerahkan sarana pengolah air minum, jajaran TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mempercepat pendistribusian logistik serta pemulihan fasilitas umum yang rusak di Kabupaten Solok.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Wilayah Sumbar, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Maria Doeni Isa mengatakan bencana tersebut merusak sekitar dua kilometer jaringan sistem penyediaan air minum (SPAM) di area Sungai Dareh.

Kondisi itu membuat sedikitnya 70 rumah warga di Kecamatan Gunung Talang itu tidak dapat mengakses air bersih pascabencana alam yang terjadi pada Senin (21/9/2026) malam.

“Ada 70 rumah yang tidak bisa dilayani air bersih di Kecamatan Gunung Talang ini,” jelas dia.

Sebagai langkah penanganan darurat BPBPK Wilayah Sumbar telah memasang sejumlah hidran umum untuk mendukung layanan air bersih dengan kapasitas 50 ribu liter yang dipasok secara bertahap menggunakan tiga mobil tangki setiap harinya.