“Jadi, kami mengirimkan mobil tangki air per hari itu sekitar 50 kubik (50 ribu liter), ada tiga mobil tangki kita suplai dan pasang hidran umum untuk layanan air bersih," kata Maria.

Ia menambahkan pemasangan pipa distribusi baru saat ini tengah dikerjakan seiring Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar selesai melakukan rekondisi lahan di lokasi terdampak.

Selain berdampak pada pemukiman dan sarana air warga, bencana galodo di Kabupaten Solok juga merusak 11 gedung perkantoran pemerintah daerah. Empat diantaranya mengalami rusak berat, yaitu Kantor DPRD, Kantor Dinas Kesehatan, Kantor Dinas PU, serta sebagian Kompleks Kantor Bupati lama.

Terhadap empat bangunan perkantoran yang rusak berat akibat benturan material batu dan lumpur tersebut, Kementerian PU merekomendasikan adanya relokasi karena struktur bangunan sudah tidak layak dan berisiko untuk difungsikan kembali.