"Proses verifikasi masih berlangsung untuk memastikan identitas dan keterkaitan kedua korban tersebut," ujarnya.
Menurut Riyanto, setelah kontak tembak, personel gabungan mengamankan lokasi kejadian dan melakukan pemantauan untuk mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan.
Ia menyatakan tidak ada personel TNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Dalam operasi itu, aparat juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi kejadian, antara lain satu pucuk senjata api jenis AK-101, sebanyak 30 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, amunisi kaliber 9 milimeter, serta dua telepon seluler.
Selain itu, petugas menemukan atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, satu dokumen OPM, dan sejumlah perlengkapan lainnya.
Riyanto menegaskan pelaksanaan tugas pengamanan wilayah dilakukan secara terukur dan profesional sesuai ketentuan hukum serta aturan pelibatan yang berlaku.