Windra menuturkan tidak ada penambang dan pemilik alat berat yang ditemukan di lokasi. Ia menyebut, apa yang dilakukannya sebagai bentuk tindak tegas dari hasil kesepakatan bersama dengan warga.
"Pemiliknya nggak ada, jadi kami menyampaikan kepada masyarakat sekitar agar menyampaikan ke pemilik alat berat yang masih berada di sepanjang aliran Sungai Suso untuk membawa alat beratnya meninggalkan lokasi," tegasnya.
Windra juga menegaskan, bahwa personel TNI akan terus berjaga di lokasi tambang ilegal tersebut. Hal itu dilakukan mengingat para penambang yang terbilang bandel dan sering bekerja di malam hari.
"Saya sudah sampaikan, untuk tambang emas ilegal ini saya tegas, mau 400 personel juga saya turunkan. Dan saat ini anggota tetap saya suruh terus patroli agar penambangan tidak beraktivitas," katanya.