Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian itu.

"Masih kita dalami info tersebut," kata Mustafa Kamal singkat saat dikonfirmasi.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono membenarkan insiden ini. Donny bilang sebelum melakukan penertiban aparat TNI dan Polri telah mengedepankan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan.

"Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya," ujar dia dalam keterangan resmi, Kamis (5/11).

TNI AD juga disebut telah melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat. Kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi'i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam proses penertiban di Desa Pulo Keunari, situasi meningkat dan terjadi aksi pelemparan batu serta kayu ke arah personel TNI. Versi TNI AD, sejumlah orang terlihat membawa senjata tajam.