Di bidang City Governance, teknologi Dahua memanfaatkan analisis AI dan pemrosesan informasi multimodal untuk mendeteksi berbagai persoalan di area perkotaan. Teknologi ini dapat mengidentifikasi aktivitas berjualan secara ilegal di jalan, sampah yang ditinggalkan di ruang publik, penutup lubang saluran yang hilang, genangan air di jalan, jalur pemadam kebakaran yang terhalang, hingga asap dan kebakaran. Fitur pencarian menggunakan bahasa alami dan peringatan otomatis membantu petugas mengenali persoalan serta mengoordinasikan penanganannya.
Dahua juga memperkenalkan solusi Eco-Environment untuk mendukung perlindungan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan. Kamera termal yang dipasang di ketinggian mampu memantau area seluas 360 derajat dan mendeteksi titik panas yang berpotensi memicu kebakaran dari jarak hingga 10 kilometer. Kamera ini bekerja sama dengan perangkat pemantauan di darat dan drone untuk mendukung deteksi titik kebakaran serta penanganan keadaan darurat. Untuk pemantauan air, Dahua menghadirkan perangkat berbasis radar yang terintegrasi dengan kamera PTZ. Perangkat ini memantau ketinggian air secara real-time dan mengirimkan peringatan jika hasil pengukuran melampaui ambang batas yang telah ditentukan.
Di luar rangkaian pameran, John Li, General Manager, Global Government Business Department, Dahua Technology, turut menjadi peserta diskusi bertajuk "Agentic AI: Systems That Act." Ia menjelaskan peran AI yang terintegrasi dengan kamera dan sensor guna mendukung pengelolaan kota secara proaktif. Penerapannya mencakup pencarian berbasis AI hingga penggunaan agen AI untuk mengidentifikasi persoalan perkotaan dan memantau tindak lanjut penyelesaiannya. John juga menekankan pentingnya menjaga privasi, transparansi, dan akuntabilitas agar penerapan AI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.