NADIKABAR.COM — Bantuan senilai 160 juta diserahkan secara virtual dalam bentuk simbolis oleh Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada Direktur Utama PT Keluarga Sehat Sejahtera (KSS) dan PT Keluarga Sehat Coverall (KSC), dr. Benny Purwanto, MARS, P.H.Eng, didampingi oleh Komisaris Utama PT Keluarga Sehat Coverall (KSC) Drs. Herry Poerwanto, serta Direktur RS Keluarga Sehat Rembang ⁠dr. H. Irawan Sanjoto Putro, SP.OG, Sabtu (24/10).

Penyerahan bantuan juga disaksikan oleh Komisaris PT Keluarga Sehat Coverall (KSC) Angeline Mutiasari, B.Com; Perwakilan Perdami, dr. Priyo, Sp.M; Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, Dr. Darmono Ibu; dan Perwakilan Kodim Rembang, Arh Fahrudin.

Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Sido Muncul terhadap masyarakat yang membutuhkan.

"Bayangkan kalau buat mereka (yang membutuhkan), operasi katarak gratis ini merupakan momen yang luar biasa," kata Irwan Hidayat di House of Jamu, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Irwan Hidayat turut menceritakan sejumlah pengalamannya dalam melaksanakan operasi katarak gratis. Pada awal penyelenggaraan program tersebut, ia mengaku kesulitan mendapatkan pasien yang bersedia mengikuti operasi katarak gratis Sido Muncul.

"Saya punya pengalaman tahun 2011, kami mengadakan operasi katarak gratis ini bersama Perdami. Pada waktu itu rencananya, kalau tidak salah, misalnya 5.000 pasien, tetapi yang tercapai cuma 1.000. Itu pada waktu itu. Pada saat itu memang mencari pasien itu susah," jelasnya.

Irwan Hidayat mengatakan hal tersebut dipengaruhi oleh rasa takut masyarakat untuk menjalani operasi mata. Menurutnya, pada masa itu, operasi katarak masih dianggap menakutkan oleh sebagian masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa jarak antara rumah pasien dan lokasi operasi juga menjadi tantangan tersendiri. Jarak tersebut kerap membuat pasien enggan menjalani operasi.

"Ya, takut loh mata kalau dioperasi, itu semua takut. Ini kan kejadian 15 tahun yang lalu," ungkap Irwan Hidayat.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan operasi katarak gratis Sido Muncul, pihaknya mulai menggandeng berbagai pihak, termasuk TNI, dan Polri. Upaya tersebut membuat jumlah pasien yang mengikuti program terus meningkat.

"Nah, kemudian tahun kedua, kami bekerja sama dengan Kodam III/Siliwangi. Wah, itu banyak. Kita operasi 3.000 peserta, kalau tidak salah, 3.000 peserta atau berapa. Langsung yang melapor, yang berminat, yang mendaftar itu banyak," ungkapnya.

Saat ini, ia mengatakan, mencari pasien yang ingin mengikuti operasi katarak gratis tidak lagi terlalu sulit. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari edukasi berbagai pihak yang menyampaikan bahwa katarak dapat disembuhkan sehingga produktivitas seseorang dapat meningkat.

"Sekarang itu sudah, wah, semua orang ingin operasi katarak," ungkap Irwan Hidayat.

Irwan Hidayat menjelaskan bahwa hingga saat ini, Sido Muncul telah memperluas akses layanan kesehatan mata melalui program operasi katarak gratis yang telah menjangkau lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia. Pada tahun ini khususnya, Sido Muncul sudah mengoperasi sebanyak 724 penderita katarak. Menurutnya, program ini perlu dilakukan secara berkelanjutan karena katarak merupakan penyakit degeneratif.

"Jadi ini (operasi katarak) akan terus ada, tidak akan selesai, karena ini penyakit degeneratif. Operasi katarak ini sangat spesifik dan berkesan, karena begitu selesai dioperasi, pasien bisa langsung melihat hasilnya detik itu juga. Beda dengan obat atau operasi lainnya yang belum tentu langsung terasa sembuh. Makanya kami sangat senang bisa terus konsisten di program katarak ini," terang Irwan.

Irwan Hidayat memastikan upaya Sido Muncul untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tidak berhenti sampai di situ. Ia mengatakan Sido Muncul melalui Tolak Angin akan kembali berkontribusi dalam program operasi katarak gratis yang direncanakan diselenggarakan oleh RS Keluarga Sehat Rembang pada 2027 mendatang.

"Dan nanti tahun depan, kan, rencananya Mei mau melakukan operasi katarak lagi. Ya, pokoknya nanti Sido Muncul, lapor saja. Dan Perdami, pasti mau ikut berpartisipasi," kata Irwan Hidayat.

Sementara itu, Direktur Utama PT Keluarga Sehat Sejahtera (KSS) dan PT Keluarga Sehat Coverall (KSC), dr. Benny Purwanto, MARS, P.H.Eng., menyambut baik kontribusi Sido Muncul dalam penyelenggaraan operasi katarak gratis. Menurutnya, program tersebut mampu memberikan dampak positif bagi pasien penerima manfaat.

"Tapi bagaimanapun juga, Sido Muncul ini merupakan industri jamu karya anak bangsa yang identik dengan CSR. Terima kasih atas dukungannya kepada seluruh jajaran direksi dan juga seluruh aktivitas dari Sido Muncul," kata Benny.

Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul juga konsisten menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) lainnya, seperti program operasi bibir sumbing gratis hingga memberikan bantuan untuk anak-anak penderita stunting di berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, ia mengatakan bahwa dalam menjalankan program tersebut, pihak rumah sakit mengerahkan dokter-dokter berpengalaman dalam menangani penyakit katarak. Pihak rumah sakit juga memfasilitasi para dokter dengan sejumlah peralatan medis untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan operasi.

"Rumah Sakit Keluarga Sehat Sejahtera memiliki kapasitas 100 tempat tidur, bedah sentral, sistem MOT atau Modular Operating Theatre dengan tata udara steril dan peralatan bedah mata yang canggih, serta bedah laser dengan harmonik skalpel, IGD lengkap, CT Scan 128 slice," ungkapnya.

"Lalu, Rumah Sakit ini juga didukung tenaga profesional dan tenaga medis. Ada 23 dokter spesialis yang menjalani on-the-job training sebelum bekerja sehingga diharapkan tidak terjadi kegagalan saat menangani pasien," sambungnya.

Benny juga menjelaskan bahwa dalam program operasi katarak Sido Muncul kali ini, pihaknya melakukan operasi terhadap 50 pasien yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Rembang.

"Hari ini diikuti oleh 50 pasien untuk operasi katarak gratis di Rumah Sakit Keluarga Sehat Rembang ini. Para pasien ini berasal dari seluruh pelosok Kabupaten Rembang," jelasnya.

Sementara itu, Direktur RS Keluarga Sehat Rembang, dr. Irawan Sanjoto Putro, Sp.OG mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat luas.

"Rumah Sakit Keluarga Sehat Rembang berharap program ini dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik, meningkatkan kemandirian, serta meningkatkan kualitas hidup," kata Irawan.

Di sisi lain, perwakilan Kodim 0720/Rembang, Kapten Arh Fahrudin, mengatakan TNI melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) turut turun langsung untuk mengedukasi warga penderita katarak agar bersedia menjalani operasi. Menurutnya, Babinsa memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga edukasi mengenai pentingnya operasi katarak dapat dilakukan dengan lebih mudah.

"Untuk para Babinsa, saya ini adalah mitra masyarakat yang paling dekat. Ini yang perlu kami sampaikan bahwa para Babinsa saya ini dalam kehidupan sehari-hari memang berbaur dan bersama dengan masyarakat. Sehingga kedekatan Babinsa dengan masyarakat itu sedemikian dekatnya. Mereka bisa mengerti keluhan masyarakat, baik terkait kesulitan dalam pelayanan kesehatan maupun hal lainnya," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pasien penerima manfaat Program Operasi Katarak Gratis Sido Muncul, Karimin, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Ia sempat merasa takut untuk menjalani operasi. Namun, setelah mendapatkan edukasi, ia akhirnya memutuskan untuk mengikuti program tersebut.

"Jadi, Bapak dulu mau operasi di rumah sakit umum, takut, tidak berani," jelasnya.

Karimin berharap setelah menjalani operasi, ia dapat kembali beraktivitas dengan lancar dan tetap produktif.

"Operasinya sudah selesai, nggak sakit. Sekarang mata sudah sehat," tutupnya.

Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul juga konsisten menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) lainnya, seperti program operasi bibir sumbing gratis hingga memberikan bantuan untuk anak-anak penderita stunting di berbagai wilayah di Indonesia. (adv/adv)